PENYIARAN DALAM PEMBANGUNAN NEGARA: ANTARA KEBEBASAN DAN REGULASI

Hamdani M. Syam

Abstract


Abstract

National development can be achieved with good when people want to accept the changes. The change in question here , a change of lifestyle background primitive and backward people who still adheres to the old way of life to the community has advanced by sticking to local social norms. Broadcast media as one of the variables that can create change and development. Many say, the broadcast media has a powerful force in shaping and changing the mindset of the audience . Lerner (1958) says that the broadcast media can develop psychological feelings of human beings who want to know about something that has not been her idea. When he could see the existence of something in the environment of others, it will make a person feel conscious about what you did not exist in their own environment .

 

Keywords: Broadcasting , Freedom , Regulation

 

Abstrak

Pembangunan negara dapat berlaku dengan baik apabila masyarakat mau menerima perubahan. Perubahan yang dimaksud di sini, perubahan dari pola hidup yang primitif berlatar belakang masyarakat yang mundur dan masih berpedoman dengan cara lama kepada masyarakat mempunyai pola hidup yang lebih maju dengan tetap berpegang kepada norma-norma sosial setempat. Media Penyiaran sebagai salah satu variabel yang dapat mewujudkan perubahan dan pembangunan negara. Banyak pendapat mengatakan, media penyiaran mempunyai kuasa yang kuat dalam membentuk dan mengubah pemikiran khalayak. Lerner (1958) mengatakan bahwa media penyiaran dapat mengembangkan perasaan psikologi manusia sebagai makhluk yang ingin tahu terhadap sesuatu yang belum dia tahu. Apabila dia dapat melihat kewujudan sesuatu dalam lingkungan orang lain, maka akan membuat seseorang merasa sadar terhadap apa yang belum wujud dalam lingkungannya sendiri.

 

Kata Kunci: Penyiaran, Kebebasan, Regulasi.


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Asiah Sarji. (1995). Pengaruh persekitaran politik dan sosio-budaya terhadap pembangunan radio Malaya di antara tahun 1920-1959. Disertasi Doktor Falsafah. Bangi: Pusat Pengajian Siswazah, Universiti Kebangsaan Malaysia.

Barbero, J., M. (1988). Communication from culture: the crisis of national and the emergence of the popular. Dalam Media, Culture and Society. 10, p. 447-465.

Berelson, B., Lazarsfeld, P., F., dan McPhee. (1954). Voting: a study of opinion formation in a presidential campaign. Chicago: University of Chicago Press.

Cohen, B. (1963). The Press and Foreign Policy. Princeton, New Jersey: Princeton University Press.

Faridah Ibrahim. (2009). Etika Kewartawanan dan Pengalaman dalam Konteks Islam. Dalam. Mohd. Safar Hasim dan Zulkiple Abd. Ghani (Editor). Komunikasi di Malaysia: Suatu Penelitian Awal, Pendekatan Islam Hadhari, Hal: 151-165. Bangi: Institut Islam Hadhari, Universiti Kebangsaan Malaysia.

Feintuck, M. (1998). Media Regulation, Public Interest and Law. Edinburgh: Edinburgh University Press.

Hachten, W., A. (1981). The World News Prism: Changing Media, Clashing Ideologies. Ames: The Iowa State University Press.

Head, S., W. (1976). Broadcasting in America: A Survey of Television and radio. Boston: Houghton Miffin Company.

Head, S., W. (1974). Broadcasting in Africa: a continental survey of radio and television. Philadelphia: Temple University Press.

Howell, W., J. (1986). World broadcasting in the age of the satellite: comparative systems, policies and issues in mass telecommunication. Norwood, New Jersey: Ablex Publishing Corporation.

Ibnu Khaldun. (1980). The muqaddimah: an introduction to history. Vol. 1. New York: Pricenton University Press.

Ichlasul Amal. (2000). Kebebasan Pers Dihadang Kekerasan Massa. Kompas-cetak. Edisi 13 Juni 20104. Diakses dari: http://www.kompas.com/kompas-cetak/0010/02/nasional/kebe07.htm (13 Juni 2004).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


View My Stats